Khitobah Tema: Sekolah Ramah Anak

Sekolahku Rumah Keduaku

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

الحمد للهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْإِنْسَانَ بِالْعِلْمِ مُكَرَّمًا, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحمدٍ خَيْرِ مَنْ تَعَلَّمَ وَعَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الْفَضْلِ وَالْكَرَمِ. أَمَّا بَعْدُ.

Dewan juri yang adil dan penuh senyuman, bapak ibu guru pahlawan tanpa tanda jasa yang sayangnya luar biasa, serta teman-teman senasib seperjuangan yang luar biasa kerennya!

Pertama-tama, mari kita bersyukur kepada Allah Swt. karena hari ini kita diberi kesehatan, bisa berkumpul di sini tanpa kurang suatu apa pun. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada idola terbaik kita sepanjang masa, Nabi Agung Muhammad saw.

Hadirin yang berbahagia,

Berdiri saya di sini ingin membahas sebuah tema yang sangat dekat dengan keseharian kita: "Sekolah Ramah Anak." Teman-teman, coba bayangkan. Kita ini kalau di rumah sering kali dikit-dikit dipanggil Ibu, "Le, tukuo uyah!", "Nduk, jupukno sapu!" Tapi begitu sampai di sekolah, bapak ibu guru menyambut kita dengan senyuman hangat. Makanya, sekolah itu harus benar-benar jadi rumah kedua bagi kita. School should be our second home. A place where we feel safe, happy, and accepted.

Sekolah ramah anak itu adalah tempat di mana belajarnya menyenangkan dan tidak ada bully-bullyan. Jangan sampai, nih, ada teman kita yang baru mau masuk gerbang sekolah, jalannya sudah gemetaran. Bukan karena takut melihat gurunya yang baik hati, tapi takut ketemu teman yang suka usil dan nge-geng. Waduh... niku mboten pareng, nggih! (itu tidak boleh, ya!).

Hadirin yang dirahmati Allah,

Islam itu mengajarkan kita untuk saling menyayangi sesama teman. Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadis:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ

"Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh membiarkannya tersakiti." (HR. Muslim)

Nah, di dalam Al-Qur'an, Allah juga mengingatkan kita dalam Surah Al-Hujurat ayat 11 agar tidak saling mengejek:

لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ

"Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diperolok-olok itu lebih baik dari mereka."

Kadang-kadang, tangan dan mulut kita ini tangannya usil banget. Koncone lemu sithik, diceluk "Gembrot". Koncone nganggo kacamata, diceluk "Boboho". (Temannya gemuk sedikit, dipanggil Gembrot. Temannya pakai kacamata, dipanggil Boboho). Padahal, di sekolah ramah anak, semua teman adalah bestie kita! Mau yang pinter, mau yang masih proses pinter, semuanya harus dirangkul. No more physical or verbal abuse, because we are family!

Teman-temanku yang saya banggakan,

Mewujudkan sekolah ramah anak itu kuncinya ada di kita sendiri. Malu dong, bapak ibu guru sudah berusaha sabar mendidik kita dengan penuh kasih sayang, membimbing kita dari yang tidak bisa membaca sampai bisa paham matematika, tapi kita sesama murid malah suka berantem gara-gara rebutan tempat duduk atau saling pinjam penghapus tapi tidak dikembalikan. Hayo, siapa yang suka pinjam tipe-x temannya tapi pas pulang lupa mengembalikan? Itu namanya ramah di awal, meresahkan di akhir!

Seorang tokoh dunia yang sangat menginspirasi, Malala Yousafzai, pernah mengatakan:

"One child, one teacher, one book, and one pen can change the world." > (Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena bisa mengubah dunia).

Tuh, dengerin! Kita semua punya potensi jadi pengubah dunia, asalkan suasana sekolah kita mendukung, aman dari gangguan, dan penuh rasa saling menghargai. Yen kancane kesusahan, ayo dibantu, ora malah diguyu! (Kalau temannya kesusahan, ayo dibantu, bukan malah ditertawakan!).

Hadirin wal hadirot yang insyaallah dimuliakan Allah,

Kesimpulannya, mari kita jadikan sekolah kita sebagai tempat yang penuh dengan cinta. Tempat di mana kita menghormati guru sebagai orang tua kita, dan menyayangi sesama teman sebagai saudara kita sendiri.

Sebelum saya akhiri khitobah ini, ada pantun manis untuk kita semua:

Mangan mendoan anget-anget teng kuto Kudus,

Nggih maem kalih kanca-kanca rasane nikmat.

Ayo dadi murid sing pinter lan tulus,

Gawe sekolah ramah, dunya akhirat slamet.

Terima kasih atas segala perhatiannya, mohon maaf jika ada candaan saya yang kurang berkenan. See you next time!

Wabillahi taufiq wal hidayah,

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Surat Al-Alaq ayat 1-5

lirik lagu Khulafaurrasyidin karya Slamet Haryadi

Latihan 100 soal pilihan ganda Pendidikan Agama Islam